“Read, read, read. Read everything! Trash, classics, good and bad, and see how they do it. Just like a carpenter who works as an apprentice and studies the master. Read! You'll absorb it. Then write. If it's good, you'll find out. If it's not, throw it out of the window.” ― William Faulkner.
Daddy Kendal. Part 1.
hari ini aku dan anakku ingin menonton konser big time rush. Ini konser pertama Anak perempuanku yg bernama Kayla, umurnya masih 7 tahun. Kami sudah duduk ditempat VIP paling depan.
“mom, daddy mana?” tanyanya sambil memegang spanduk big time rush ditangannya. “sebentar lagi ya sayang..” jawabku sambil mengelus rambutnya. Lampu pun redup dan big time rush keluar dari balik layar sambil menyanyikan lagu ELEVATE. Semua orang berteriak, aku bertepuk tangan, Kayla turun dari bangkuny dan berjingkrak2.
” mom!!! Itu daddy!!!!” katanya ketika wajah kendall muncul dilayar. Aku tertawa mendengarnya. Benar. Kendall adalah suamiku. Kami bertemu pertama kali sejak aku menghadiri konser pertama mereka di timesquare dan bertemu di meet and greet. Setelah itu ia sering meneleponku dan kami sering berjalan bersama. Kami berpacaran kurang lebih 3 tahun dan kendall melamarku, kami memutuskan menikah dan 6 bulan kemudian, aku hamil dan lahirlah Kayla. 6 tahun setelahnya kendall masih bersama dengan band-nya, masih aktif konser bersama dan aku suka menontonnya, tapi ini konser pertama untuk kayla. Kulihat dia mengikuti semua lagu dengan berjingkrak jingkrak, berteriak dan menyebutkan “daddy daddy!!” saat kendall dishoot dilayar.
Konser pun selesai. Tiba saatnya kami pulang setelah meet and greet. Aku dan Kayla kebalik panggung dan kulihat kendall sedang berbicara dengan logan dan yang lainnya.
“daddyyyy!!!” teriak Kayla saat melihat kendall, ia pun berlari kearahnya. Kendall langsung menoleh dan menyambut kayla yang berlari dan menggendongnya. Dia mengecup pipi kayla. “kau lihat daddy tadi?” tanya kendall dan kayla mengangguk, “kau keren sekali dad!” ujar kayla. Logan dan yang lainnya ikut berbincang dan menggoda kayla. Kendall melihatku, aku tersenyum kearahnya. Sambil menggendong kayla, dia menghampiriku.
“hai..” kataku begitu dia sudah dekat, aku memeluknya dan dia memelukku, begitu juga kayla yang ada digendongannya. “terimakasih sudah datang..” ujarnya sambil merangkulku. Kami berjalan menuju tempat logan dan yang lainnya.
“ini konser pertama kayla kan?” tanya logan, aku mengangguk. “baiklah, aku harus membantu yg lain mengepak barang..” logan lalu beranjak pergi. Aku merangkul pinggang kendall.
“daddy, boleh aku kepanggung..?” katanya sambil menunjuk balik tirai. Kendall mengangguk dan menaruh kayla dilantai lagi. Kayla langsung berlari menyibakkan tirai dan tinggal aku dan kendall.
Kendall menghadapku, “kau mau ke panggung juga?” katanya pelan.
“apakah boleh?” tanyaku, dia mengecup keningku lalu menarikku kedepan tirai. Aku berdiri dipanggung tempat kendall dan yang lainnya perform tadi. Didepanku begitu luas hamparan ruang kosong dan banyak bangku kosong diatas. Cahayanya masih sama terangnya seperti tadi. Aku lihat kayla juga masih terkagum2 berdiri dipanggung. Aku masih menatap kedepan, menatap hamparan kosong tersebut.
“kayla, hati hati sayang.. Jangan berdiri terlalu ujung..” kataku, kayla menoleh dan mengangguk. Dia berjalan kesisi panggung, tempat dimana saat show tadi sisi itu bisa naik turun dan dia duduk disitu sambil bergumam. Aku tersenyum melihatnya. Kendall datang dan memelukku dari belakang. aku menyandarkan tubuhku kearahnya dan memegang tangannya yang memeluk pinggangku.
“bagaimana rasanya dipanggung?” tanyaku, dia bergumama. “apakah kau canggung?” tanyaku lagi.
“awalnya ya… tp ketika kulihat semua orang menunggu kami dan ketika kami keluar mereka berteriak senang, semuanya hilang..” jawabnya.
“apalagi saat tahu kau dan kayla ada dikerumunan.. Aku makin semangat..” katany sambil mencium pipiku, aku tertawa geli. Aku memandang sekitar panggung. Panggungnya besar dan sangat megah. Aku berbalik menghadapnya, kulihat kayla masih berjalan2 disekitar panggung sambil bernyanyi nyanyi.
“kau ayah yg hebat..” kataku, dia tersenyum sambil menunduk menatapku, “dan kau ibu yang hebat..” jawabnya, dia lalu mencium bibirku sesaat dan kudengar kayla cekikikan dibelakangku, aku langsung berbalik badan dan mengajak kayla kearahku. Kendall mencium kayla dan kayla mengalungkan tangannya dileher kendall.
“kau mau bernyanyi bersama daddy?” tanya kendall. Kayla berseru, “MAU!” sambil bertepuk tangan. Kendall menurunkan kayla.
“sebentar ya, daddy ambil gitar dlu..” kendall lalu kebalik tirai lagi dan kembali sambil membawa gitar. Kendall berjalan ketengah panggung dan mengalungkan tali gitarnya, kayla ada disebelah kendall- aku masih berdiri ditempatku tadi. Kendall mulai memetik gitarnya.
“sounds good?” tanya kendall saat gitarnya dibunyikakan, kayla mengangguk senang. Dia berdehem.
“I don’t know why you always get so insecure
I wish you could see what I see when you’re looking in the mirror”
*kendall mulai bernyanyi dan kayla ikut bernyanyi sedikit2. Ini adalah lagu kesukaanku dan kayla. Dia menatapku sambil bernyanyi*
“And why won’t you believe me when I say
That to me you get more beautiful, everyday”
*kendall berjalan kearahku dan dia bernyanyi tepat didepanku sambil mengangkat alisnya jahil. Aku tertawa dan kayla juga tertawa, kendall tersenyum kearah kayla*
“When you’re looking at the magazines And thinking that you’ll never measure up You’re wrong”
*kendall menatapku lagi dan dia tersenyum hangat kearahku, kayla ikut bernyanyi dan suaranya makin keras terdengar*
“Cause you’re my cover, cover girl I think you’re a superstar, yeah you are Why don’t you know”
*aku berpura2 pingsan saat kendall bernyanyi bagian ini, kayla tertawa disela sela dia bernyanyi. Kayla menggenggam tanganku dan mengajakku bersamanya kedepan panggung. Kendall berjalan disebelahku masih sambil bernyanyi*
“Yeah, you’re so pretty that it hurts It’s what’s underneath your skin The beauty that shines within You’re the only one that rocks my world”
*aku menggendong kayla dan kami berada diposisi paling depan panggung, kendall masih bernyanyi sambil memetik gitarnya- sekali sekali mengedip kepadaku dan kayla. Kayla bernyanyi semakin keras. Dia plg hafal lagu ini*
“My cover girl Oh, my cover girl”
*saat selesai kayla bertepuk tangan. Kendall maju kearahku dan menciumku lagi didepan kayla. Kayla menutup mulutnya cekikikan, sehabis menciumku, kendall mengecup pipi kayla dan kami bertiga berpelukan. Aku menatap kedepan lagi dan membayangkan banyak orang yg menonton kami*
*
Saat perjalanan pulang, kayla tertidur di bus tour. kendall dan aku masih bermain kartu bersama james, carlos dan logan.
“Ha!” teriak james sambil membanting kartunya, “aku menang!” lanjutnya. Logan dan carlos terlihat kesal lalu menaruh kartunya dimeja, kendall juga menaruh kartunya dimeja.
” ini sudah pagi, kalian belom mengantuk?” tanyaku sambil membereskan kartu. Mereka kompak menggeleng dan kulihat kendall diam saja, “kau mau tidur, spidey?” tanyaku manja kearahnya- dia hanya tersenyum.
“kalian tidur sajalah, kami masih mau bermain.. Tidak apa2 kok..” kata logan sambil mengocok kartu.
Akhirnya aku dan kendall beranjak pergi keruangan kecil tempat kami tidur, kayla masih tidur disana terlihat sangat nyaman dengan ruang kecil tersebut. Kendall tiduran disebelahnya. Aku tiduran disisi satu lagi, kami berdua tiduran menyamping memandang kayla.
” dia begitu tenang saat tidur..” kataku sambil membetulkan selimutnya. “she’s got your lips..” kata kendall sambil tersenyum memandangku, aku mengangguk.
“menurutmu kita membesarkan anak dengan baik?” tanyaku
“selama kau ibunya, ya- kita membesarkan anak dengan baik..” kata kendall.
“kau juga ayah yang hebat.. masih menyempatkan diri.. terimakasih sudah mengijinkan kami ikut pulang dengan tour bus ini..” kataku mengingat kota tempat konser kali ini jauh dari kota kami. Aku dan kayla harus naik kereta untuk sampai kesana karena kendall sudah duluan bersama saat tour, dan kota ini kota terakhir yg kebetulan walaupun jauh- masih plg dekat dengan kota asal kami.
” selama kau tour, kau bertemu cewek lain tidak?” godaku, kendall tertawa keras mendengarnya, “sssssst! Kendall!” ujarku geli, “nanti kayla bangun..” kendall menutup mulutnya lalu memandangku lagi.
“kau ini apa2an sih. kau kan istriku.. tidak ada yg bisa menyaingimu..” jawabnya, aku mencibir mendengarnya. Kendall membetulkan posisi tidurnya jadi terlentang, aku mengusap kepala kayla dia mengerang sedikit membetulkan posisinya lalu tidur lagi.
“aku tidur duluan ya..” kata kendall sambil memejamkan matanya. “selamat malam, spidey..” kataku lalu memejamkan mataku juga.
*
“bangun semuanya bangun..!” aku masuk kekamar kayla dan kulihat kayla menggeliat didalam selimutnya. Ini sudah hari biasa lagi dan hari pertama kayla masuk sejak liburan berakhir. Aku menyibakkan selimutnya dan menggendong kayla untuk turun dari kasurnya.
“ayo sayang, segera mandi..” kataku sambil membereskan kasurnya. Dia masih menggumam tidak sadar. Aku menciup pipinya, “selamat pagi, kayla..” kataku lalu mengambil handukny yang ada dirak seberang tempat tidurnya dan menyerahkannya kepadanya. Kayla mengucapkan selamat pagi juga kepadaku lalu bergegas menuju kamar mandi.
“kalau sudah segera turun sayang, daddy akan mengantarmu kesekolah..” kataku berteriak sebelum menutup pintu kamarnya. Kulihat kendall keluar dari kamar masih mengenakan boxer bergambar simpson-nya. Aku menggelengkan kepalaku, “berapa umurmu kendall?” kataku, dia meringis lalu mengecup keningku.
“selamat pagi cantik..” katanya, aku memeluk pinggangnya, “pagi juga.. Cepat pakai celanamu.. Aku tidak mau kayla melihatmu hanya dngan boxermu itu..” kataku. Dia tertawa, “tapi kau suka kan?” tanyanya jahil. Aku berkacak pinggang menahan senyum, “cepat pakai celanamu atau kau tidak dapat sarapan hari ini..” ancamku, dia mengangkat tangannya dan tersenyum. “cium dulu..” katanya
“pakai dulu celanamu..”
“cium dulu..”
“kendall..” aku belum sempat menyelesaikan kalimatku, dia sudah menciumku. “nah, begitu kan gampang..” ujarnya tersenyum. Aku mendorongnya pelan dan tertawa “pakai celanamu cepat, kayla mungkin sebentar lagi keluar..” kataku. Dia langsung berlari kekamar dan aku turun kebawah untuk menyiapkan sarapan. Aku menggoreng telur dan sosis untuk sarapan mereka lalu menyiapkan jus jeruk dan susu. Tak lama kendall turun kebawah, sudah memakai celana jeans dan baju gombrongnya, sudah memegang kunci mobil untuk mengantar kayla.
Dia langsung meminum jus jeruknya dan duduk didekatku.
“kau ikut mengantar?” tanyanya
“entahlah.. aku harus membeli bahan untuk makan siang..”
“hei..” katanya, “kita bisa makan diluar.. Sudah lama kita tidak makan diluar bersama..” katanya. Aku menatapnya. Dia benar. semenjak dia tour, aku tidak pernah makan diluar bersamanya, juga bersama kayla.
” okeh..” kataku sambil menyelipkan rambutku dibelakang telinga, “sehabis kayla pulang, kita makan diluar..” kataku. Dia tersenyum. Tak lama kayla masuk keruang makan sudah mengenakan seragam sekolahnya dan tas big time rushnya. Kendall membelikannya untuk kayla saat tour di paris. Kayla suka sekali tas itu karena semua temannya ingin punya tas seperti itu.
“hello, little princess..” kata kendall saat kayla mencium pipi kendall. Dia mengambil piring yg sudah kuisi dengan sosis dan telur lalu mulai makan.
“mom, hari ini aku pulang sore..” katanya sambil mengunyah. Aku duduk dibangku sambil meminum susu.
“ada apa memangnya?” tanyaku
“ada latihan untuk pertunjukan choir.. Aku ikut..” katanya
“waw, aku tidak tahu kau ikut choir..” kata kendall
” yeah.. Kami akan konser minggu depan..” jawabnya sambil memotong sosis kecil- kecil
“siapkan tempat untukku dan daddy, kami pasti datang..” kataku, disetujui oleh anggukan kendall. kayla tersenyum senang lalu dia menghabiskan makanannya.
Tak lama, kendall dan kayla sudah menuju halaman depan untuk naik mobil. “kau yakin tidak mau ikut?” tanya kendall. “aku belum mandi kendall..” bisikku pelan. “benarkah? Kau terlihat cantik..” katanya menggoda
“berhentilah menggodaku dan naik mobil sana..” kataku lalu mengecup bibirnya lalu mencium pipi kayla, merapihkan seragamnya dan rambutnya. Kayla melambai kepadaku sebelum dia memasuki mobil. Kendall tersenyum kearahku lalu dia masuk kedalam mobil. Suara mobil sudah menderu begitu dinyalakan dan mobil itupun maju meninggalkan halaman depan kami.
*
Kayla pulang sore hari ini. Begitu sampai dirumah dia terlihat capek tapi senang, dia langsung naik keatas- aku menyuruhnya mandi dan bergegas karena kami akan keluar makan bersama. Kendall masuk kedalam lalu menghempaskan dirinya ke sofa.
“kau, mandi sana cepat! kita mau makan bersama, ingat?” kataku. Dia mengangguk dan menarikku duduk.
Aku jadi berubah pikiran. Aku ikut bergelung bersamanya disofa menatap layar televisi yang kosong.
“senang rasanya kau sudah kembali dari tour..” kataku sambil mengelus elus dadanya.
“yepp..” jawabny, dia memainkan rambutku lalu mengusap-usap kepalaku. “ayo cepat kau ganti baju sana, aku sudah menyuruh kayla mandi..” kataku sambil menariknya untuk bangun untuk kelantai atas dengan langkah gontai aku menariknya naik keatas kekamar kami. “bisakah kita bermesraan dulu? Sebentaaaaaaaaar saja..” katanya sambil berbisik ditelingaku, wajahku memerah. “kendall..” dia menyuruhku berhenti bicara. Dia menyentuh pipiku lalu menatapku dalam-dalam. Rasanya aku masih tidak percaya aku istrinya, saat dia menatapku seperti ini aku slalu merasa kami masih saja pacaran.
“ahh aku kangen sekali padamu..” katanya berbisik pelan- membuat suasana menjadi semakin panas. Bisa kurasakan wajahku memerah dan jantungku berdebar keras. Dia memelukku semakin erat. Aku tersenyum.
“sebentar saja (yn).. Ayolah..” katanya, suaranya pelan dan menggelitik telingaku. Aku bergumam tidak jelas sehingga kendall tertawa. Dia tidak berbicara banyak lagi. Dia tahu aku juga mau. Mungkin tidak apa2 kalau sebentar. Sudah lama kami tidak bermesraan. Aku memeluk pinggangnya dan kurasakan hangatnya tubuhnya menjalar ditubuhku. Aku menunduk tidak sanggup menatapnya. Dia mulai mencium keningku pelan, lalu turun ke hidung. Aku memejamkan mataku. Lalu dari hidung dia mencium bibirku, lamaaaaaa sekali. Aku bisa merasakan bibirnya tersenyum. Dia memandangku dalam saat dia menjauhkan bibirnya.
“kau setuju?” godanya, aku hanya tertawa pelan tidak bisa menjawab apa2. Dia langsung menggendongku dan aku memekik kaget. Kendall membaringkan aku diranjang lalu menciumku lagi. Kali ini dia lebih serius melakukannya.
“kendall, kayla menunggu..” kataku. Dia menyibakkan rambut yang ada diwajahku lalu menciumku lagi, tidak perduli atas apa yang aku katakan. Aku mendorongnya pelan lalu memegang wajahnya.
“kendall..” kataku. Wajah dan matanya masih menunjukkan nafsu dan nafasnya masih memburu. Aku mengangkat kedua alisku meminta pengertian. Dia menghela nafas dan menunduk. “oke..” katanya lalu bangkit dari kasur. Aku menyusulnya dan memeluknya dari belakang. “tidak marah kan?” tanyaku, dia menggeleng sambil tersenyum. “kau benar, kita harus tunggu waktu yang tepat..” jawabnya- aku mengangguk. “sana mandi, aku mau ganti baju dulu..”
“bagaimana kalau kau ganti baju sekarang, disini, lalu habis itu aku mandi?” dia masih saja menggodaku. Aku meraup mukanya lalu mendorongnya kekamar mandi.
*
sehabis kenyang makan malam bersama, kayla ingin membeli boneka- maka berlabuhlah kami ditoko boneka besar yang ada disalah satu mall didekat rumah kami. Kayla berlarian kesana kemari memilih boneka yang dia mau. Kendall dan aku mengikutinya dari belakang.
“jangan banyak banyak, kayla..bonekamu sudah bertumpuk dirumah..” kataku. Kayla tidak mengubrisnya dan masih sibuk memilih boneka boneka. Keranjangnya sudah penuh dengan boneka angry birds warna warni dari segala macam ukuran. Kendall membiarkan kayla memilih semaunya, dan karena kendall blg begitu- aku juga membiarkannya.
Kami sampai ketempat yg begitu banyak boneka beruang, dari ukuran yg paling kecil sampai paling besar. Kayla berlari sepanjang koridor dan berjinjit mau mengambil boneka panda berwarna putih yg memakai pakaian santa, ukurannya cukup besar. Kendall membantu kayla mengambilnya, dia memeluk boneka itu. Ukurannya lebih besar daripada kayla sendiri.
“kayla.. Tidakkah kau mau mengambil yg lebih kecil..?” tanyaku
“aku suka yang ini..” jawabny lalu berlari kekonter sebelah meninggalkan aku dan kendall. Kendall memandangku jahil, dia mengambil boneka paling besar lalu bersembunyi dibalik boneka tersebut. Ia menggerak-gerakkan tangan boneka tersebut sambil berkata “hello cantik..” katanya dngn suara dibuat2. “siapa namamu?” tanyanya, aku mengikuti permainannya. Aku memegang tangan si beruang tersebut dan menyebutkan namaku. “hmmm, nama yang indah.. Bolehkah aku menjadi pacarmu, (yn)..?” tanyanya. Aku tertawa. “oh maaf tuan beruang, aku sudah menikah..” kataku
“oooooh..apakah suamimu orang yang baik?”
“yeah..”
“apakah dia tampan?” aku tertawa geli
“yeah..” kendall menjulurkan kepalanya diatas kepala beruang besar tersebut.
“menurutmu aku tampan?” godanya. Aku mengambil boneka besar tersebut dan menaruhnya dilantai. Kupeluk kendall dan kucium bibirnya. “yepp..” kataku. Dia ikutan tersenyum.
“mom, dad! Ayo ayo pulang! Keranjangku sudah penuh!” kayla sudah balik dari konter sebelah sambil membawa sekeranjang penuh boneka kecil2 dan beruang putih yg besar tadi. Kendall membantunya membawa boneka besar tersebut dan kami berjalan bersama ke kasir. Setelah selesai membayar, kami berjalan menuju mobil. Kayla duduk dibelakang bersama dengan sekantung plastik besar penuh dengan bonekanya, dia memeluk beruang besarnya.
“itu boneka yang sangat banyak kayla.. Kau janji akan selalu kau rapihkan?” tanyaku, dia mengangguk sambil memamerkan gigi giginya yang rapih. Mesin dinyalakan dan kamipun berjalan pulang. Sesampainya dirumah, kayla sudah tertidur dimobil. Aku menggendongnya dan juga boneka besarnya sementara kendall membawa kantung plastik penuh boneka tersebut. Kami menaruh kayla diranjang beserta dengan boneka besarnya, kendall menaruh kantung plastik tersebut dilantai. Aku menyelimuti kayla lalu mengecup keningnya. Kendall memelukku dari belakang.
“terimakasih sudah mau menemani kayla belanja hari ini..” kataku
“dia tidak bisa berhenti membeli boneka kurasa..” ujar kendall setengah tertawa sambil melihat sekeliling kamar kayla yang memang benar2 penuh dengan boneka.
“soal pertunjukkan choirnya, kau bisa datang kan? Akan sangat berarti sekali jika kau datang..” kataku. Dia mengangguk. “akan kuusahakan..” katanya. Aku mengerutkan alisku. “apa maksudmu akan kau usahakan?”
Dia menghela nafas sebelum dia bicara, “kami mau rekaman album baru lagi..” katanya, bahuku turun ketika mendengarnya. “kau tidak bisa datang..” gumamku, kendall memegang bahuku, “aku akan datang- aku janji..” katanya. Aku mengangkat bahu, “kuharap kau menepati janjimu.. Ini konser pertamanya dan dia pasti ingin sekali kita melihatnya..” jawabku lalu menyenderkan tubuhku kedalam pelukannya. Kami berdua berpelukan memandang kayla yang sudah tidur pulas.
” kau janji kan?” tanyaku. Dia mengangguk.
*
“kau sudah janji akan datang kendall..” kataku marah. Kendall menghampiriku, “aku ada urusan sebentar, tapi aku pasti datang..” katanya menenangkanku. Aku menutup wajahku dengan kedua tanganku berusaha untuk tidak marah.
” sudahlah..” kataku, “terserah apa katamu..” kataku lalu berjalan meninggalkannya naik keatas. Kendall ternyata tidak bisa datang keacara pertunjukan kayla karena bentrok dengan rekamannya. Aku marah sekali. Bukannya aku tidak mau mengerti, tapi aku hanYa ingin dia mengerti bahwa ini penting untuk anaknya sendiri, tp aku jga sadar dia publik figure sekarang, ada kegiatan lain.
Ketika aku sampai diatas, kulihat kayla mengenakan piyama merahnya berdiri didepan pintu sambil memeluk bonekanya memandangku sedih. Aku ikutan memandangnya.
“mom..” katanya pelan, aku mendekatinya lalu berjongkong
“kau tidak tidur?” tanyaku sambil merapihkan rambutnya.
“aku terbangun.. mendengar mom dan dad berteriak dibawah..” katanya. Aku memeluknya, dia memelukku erat2
“ayo tidur lagi, mom temani..” aku menggendongnya dan membawanya lagi kekamar tidur. Kayla terbaring disebelahku, aku menyibakkan selimut dan menyelimutinya sambil menata bantal disekitarnya.
“mom..” katanya
“ya..?”
“kau bertengkar dengan dad?”
“tidak tidak, kami tidak bertengkar..”
“tapi kalian berteriak..”
Aku diam tidak bisa menjawab. Dia mendekat kearahku.
“mom..” ujarnya lagi, “jangan bertengkar..” katanya memohon. Aku ingin menangis mendengar dia berbicara, aku memeluknya.
“tidak, kami tidak bertengkar..” kataku, “ayahmu tidak bisa datang ke acaramu nanti dan aku marah karena dia tidak bisa datang..” ujarku
“tidak apa2 mom..” kata kayla pelan, aku menunduk melihatnya
“dad sibuk sekarang, aku paham..” katanya, “walau dad tidak datang tidak berarti dia tidak sayang padaku dan mom kan??” jawabanny kayla kali ini membuatku tertegun.
” yeah.. Dad sayang sekali padamu..” kataku, kayla mengangguk.
” aku akan bicara pada dad, tidak apa dia tidak datang..” katanya lalu melepas pelukanku dan kabur dari kamarnya- aku menghela nafas melihat pintu kamarnya yang dia tidak tutup lagi, lalu berbaring diranjangnya.
*
#kendall point of view
Aku berbaring diranjangku. (YN) marah padaku, aku jamin seratus persen. Bukannya aku tidak mau kepertunjukan Kayla, sungguh aku mau sekali- tapi ini tuntutan karier. Band kami harus membuat album baru lagi dan sialnya kali ini waktu rekamannya bentrok dengan waktu pertunjukan kayla.
Pintu kamarku terbuka dan kulihat kayla memasuki ruangan dan berlari keranjangku.
“hei little princess..” kataku sambil duduk diranjang, kayla naik keranjang dan duduk disebelahku
“daddy jangan bertengkar dengan mommy..” katanya langsung tanpa basa basi sambil memelukku erat. Aku tertawa pelan dan menaruh dia dipangkuanku.
“kami tidak bertengkar kok sayang..” kataku, kayla cemberut
“aku mendengar kalian bertengkar..” katanya, aku mengusap pipinya
“aku tahu kau tidak bisa datang keacaraku nanti.. aku sudah blg sama mom tidak apa2 kau tidak datang..” ujarnya
“sayang, aku minta maaf..” kataku merasa menyesal.
“tidak apa-apa dad.. masih banyak pertunjukanku nanti..” katanya, aku tersenyum, “yeah..” ujarku. Kayla memelukku lagi “jangan bertengkar dengan mom ya..” katanya pelan
“tidak akan kok sayang..”
“jangan bercerai..” aku tertawa mendengarnya, “kenapa kau bisa berpikir seperti itu?”
Dia berdehem, “kata temantemanku yang orangtuanya berpisah, mereka awalnya bertengkar..” ujarnya sambil mengelus elus tanganku
“lalu tahu2 mereka berpisah dan tidak pernah bertemu lagi..” mata kayla berkaca-kaca aku tidak sanggup melihatnya, aku buru buru memeluknya dan mengusap punggungnya. “ssstttt..” kataku saat dia mulai terisak. “aku tidak mau kalian berpisah..” konyol rasanya mendengar kayla bicara seperti itu, kami tidak benar2 bertengkar- tapi yg aku tahu pasti, dia tidak mau kami bertengkar.
“kami tidak akan bertengkar lagi, aku janji..” kataku. Kayla menegakkan kepalanya dipelukanku lalu mencium pipiku. “aku sayang daddy..” katanya, aku mencium pipinya juga, “aku juga sayang padamu..” kataku.
“dan pada mom juga?” tanya kayla
“pasti..” jawabku. Kayla tersenyum senang lalu menepuk dadaku, “ayo kita ketemu mom..” dia menarik tanganku turun dari ranjang, “dia ada dikamarku..”
*
“kaylaaaaa! ayo turun sayang ini sudah jam berapaaaa?” aku berteriak dibawah tangga. Beberapa jam lagi menuju pertunjukkan. Kendall sudah berangkat kestudio rekaman. Dia menelpon kayla tadi bilang semoga sukses dan maaf tidak bisa datang. Kayla dengan berbesar hati tidak terlalu memasukannya kehati. Aku mengambel mantelku dan meraih tas tanganku. Aku mencari sepatuku yang sesuai dengan baju hitam panjangku. pump heels hitam tinggi yang kupakai untuk hari ini. Aku duduk disofa sambil memakai sepatuku, kayla turun terburu buru sambil memegang sepatunya. Dia ikutan duduk disebelahku sambil memakai sepatunya. Aku membetulkan kuncirannya dan pitanya. Aku merapihkan rambutnya, kusuruh dia berdiri dan kurapihkan roknya.
“ah, kau terlihat cantik..”
“mom juga..” balasnya tersenyum.
Aku meraih mantel dan tas ku lagi lalu membimbing kayla keluar.
“sudah blg pada dad kita mau pergi?” tanyaku, kayla mengangguk. Aku dan kayla menyetop taxi karena mobilku dipakai oleh kendall. Aku dan kayla tidak keberatan memakai taxi, karena lebih cepat menurut kami. Begitu sampai ke aula pertunjukkan, kayla langsung berlari kebelakang untuk latihan sebentar bersama teman-temannya. Aku mencari cari bangku tempat dudukku dan duduk dibangku kedua dari paling depan. Aku menghela nafas dan mencek handphoneku. Kulihat ada pesan dari kendall
”SAMPAIKAN SALAMKU PADA KAYLA. AKU MINTA MAAF TIDAK BISA DATANG. LOVE YOU! XX” aku tersenyum lalu membalasnya
“DIA SEDANG LATIHAN, TAPI PASTI AKU SAMPAIKAN. LOVE YOU TOO SPIDEY, TAKE CARE! XX”
*
#kendall point of view
Aku membaca pesan dari (yn) dan aku tersenyum.
“kendall, ayo cepat masuk keruang rekaman..” kata james sambil membuka pintu ruangan. Aku masuk kedalam dan siap masuk kedalam ruangan. WINDOWS DOWN. kubaca judulnya dan kupakai headphoneku, musik mulai berkumandang dan carlos mulai bernyanyi. Giliranku tiba bernyanyi, lalu logan dan begitu seterusnya sampai habis. Aku membuka headphone lalu bersalaman dengan logan, carlos dan james. Kami keluar dari ruang rekaman dan duduk diluar untuk mendengar hasilnya.
“kau baik baik saja?” tanya logan saat melihatku menghela nafas berat
“hari ini kayla show.. dan aku tidak bisa melihatnya..” kataku kesal. logan melihat jamnya, “ini belum terlambat.. Lebih baik kau segera kesana..” kata logan. Benar juga. Aku langsung bangkit berdiri dan bergegas mengambil konci mobilku. Kuingat jalanan jam segini macet dan aku menyetop taxi, membiarkan mobilku ada distudio kali ini karena jaraknya tidak begitu jauh dari sekolah kayla.
Begitu sampai disekolah kayla, aku buru buru membayar “ambil saja kembaliannya..” kataku lalu menutup pintu taksi dan berlari menaiki tangga menuju aula. Kubuka pintu aula dan kulihat sudah ada anak2 bernyanyi tapi bukan kayla. Mungkin dia belum tampil. Atau sudah?
Aku menutup pintu pelan pelan dan berjalan mencari (yn), aku tahu dia pasti duduk didepan2 dan kulihat sesosok wanita yang memakai baju dan tatanan rambut yang kukenal.
*
” kendall?” kataku setengah berteriak ketika melihatnya, dia kelihatan keringatan lalu duduk disebelahku. Aku tersenyum senang melihatnya. Dia mengelap keringatnya dengan punggung tangannya. Aku memberikannya tissue.
“kayla belum tampil kan?” katanya, aku menggeleng
“kau datang?” tanyaku masih tidak percaya.
“ yeah..” kendall mengelap keringatnya lalu mencium pipiku sekilas. Aku tersenyum melihatnya
“ terimakasih..” kataku tulus. Tak lama kemudian sekumpulan anak dipanggung tadi berhenti bernyanyi dan semua orang bertepuk tangan. Aku dan kendall ikut bertepuk tangan. Lalu segerombolan anak keluar memakai seragam yang sama dengan seragam yang dipakai Kayla tadi. Aku buru buru mengeluarkan kameraku ketika aku lihat Kayla keluar dari balik panggung. Dia terlihat percaya diri dan cantik sekali. Kayla berdiri dideret paling depan. Aku melambai lambai kearahnya, dia melihatku dan balas melambai, dia sempat melirik kearah kendall dan tersenyum girang bukan main, kendall melambai kepadanya. Suasana pun hening dan intro piano mulai berkumandang. Mereka menyanyikan lagu I have a dream dan dilanjutkan dengan Kayla yang bernyanyi sendiri kedepan, memegang mic. Aku dan kendall saling berpegangan tangan melongo mendengar Kayla menyanyikan reff terakhir sebelum lagu usai. Dia memiliki suara yang sangat indah dan jernih, juga percaya diri yang luar biasa. Dia menari nari kecil dipanggung sambil bernyanyi dan ketika selesai dia membungkuk, diikuti dengan yang lainnya. Aku dan kendall tidak tahan menahan rasa bangga kami, kami langsung bertepuk tangan sambil berdiri, kulihat yang lain juga melakukannya, Kayla menoleh kearah kami dan tersenyum gembira. Kendall mengacungkan kedua jempolnya pada kayla. Aku memeluk kendall senang.
“aku tidak percaya Kayla bisa bernyanyi sebagus itu..”
“ warisan dariku pasti..” kata kendall pede, kali ini aku tidak membantah- memang aku tidak bisa bernyanyi sama sekali dan itu pasti bakat turunan dari kendall.
*
Kayla menjerit senang ketika dia menemukan kami didepan pintu aula, dia langsung memeluk kendall senang. Kendall menggendongnya diatas kepala.
“ daddy datang!” ujarnya
“ tentu saja aku datang..” kata kendall
“ btw, kau hebat sekali Kayla.. kami bahkan tidak tahu kau bisa bernyanyi seperti itu..”
Kayla hanya tersenyum malu dan tertawa mendengarku. Kami berjalan keluar gedung dan ternyata turun hujan besar. Aku menghela nafas, “bagaimana kita bisa pulang kalau seperti ini?” tanyaku
“ mobilku distudio pula..” kata Kendall
“ mengapa tidak kau bawa?” tanyaku
“ macet. Aku memilih naik taksi biar cepat, lewat jalan2 kecil..” katanya
Kami bertiga terlihat putus asa. Kami terjebak malam-malam seperti ini ditengah hujan besar. Orang2 sudah mulai pada pulang dan tinggalah kami bertiga didepan pintu gedung. Kayla turun dari bahu kendall dan berdiri disebelahku.
“hei..” kata kendall lalu maju menuruni satu anak tangga
“ bagaimana kalau kita adu lari lomba sampai rumah?” tanyanya. Kayla terlihat tertawa setuju. Aku memegang tangan Kayla sebelum dia menghampiri ayahnya. Aku melotot memandang Kendall. Kendall tidak mengubrisku.
“ kendall kau apa-apaan! Hujannya besar, kayla bisa sakit!” kataku
“ ah (yn).. bermainlah sedikit!” ujarnya, kayla ingin melepaskan genggaman tanganku
“ kendall…” aku belum sempat menyelesaikan kata kataku, kendall sudah berbalik dan menuruni anak tangga menuju hujan yang lebat. Dia merentangkan tangannya dan terlihat senang terguyur hujan. Aku menggeleng-gelengkan kepalaku.
“mom, aku juga mau..” kata kayla setengah merengek.
“ tidak. Kau bisa sakit. Ayahmu sinting!” jawabku kesal, kayla tertawa mendengarnya
“ayo (yn)! Ini menyenangkan sekali!” katanya berteriak ditengah guyuran hujan
“ kau sinting kendall, cepat naik kemari!” ujarku
“ kayla, ayo kemari!!” ujar kendall. Kayla dengan sekuat tenaga melepaskan genggaman tanganku. Tangan kami terlepas dan dia berlari pelan kebawah menuju kearah kendall.
“ kayla!” ujarku- terlambat. Dia sudah tertawa tawa sambil menari nari dibawah hujan bersama kendall
“ ayo sayang, aku dan kayla sudah turun.. tidak adil rasanya kalau kau belum ikutan..”
“oh tidak akan kendall!” teriakku
“ mom, this is fun!!!” kayla tertawa tawa sambil melompat lompat mencipratkan air kearah kendall, kendall membalasnya juga dengan cara melompat kearah kayla. Mereka terlihat sangat bahagia disana. jujur saja aku ingin mencobanya, tapi kuingat aku memakai gaun hitam favoritku dan aku mengendalikan diri.
“ (yn) ayolah, kami takkan pulang tanpamu..” kata kendall naik satu tanjakan ditangga
“ kendall, kau bisa sakit.. dan lihat kayla!” aku menunjuk kayla yang sedang asik menciprat sana sini
“ ini akan menyenangkan! Ayolah..” kendall menjulurkan tangannya dan dia naik beberapa tanjakan lagi. Jaraknya dan aku hanya sisa 2 tanjakan lagi. Kulihat raut wajahnya yang memohon dan kulihat kayla yang menyemangatiku untuk turun bersamanya. Aku menghela nafas.
“ ooooh mr schmidt, you’re gonna pay for my black dress!” kataku menyerah akhirnya dan menyambut tangan kendall. Dia tersenyum dan mengajakku turun. Saat aku turun aku sudah diguyur oleh air hujan dan aku memekik, mataku tidak bisa terbuka saking kerasnya hujan turun. Kayla bertepuk tangan sambil cekikan dibawah. Begitu aku sampai bawah tubuhku sudah basah kuyup total dan aku mengelap wajahku dengan tangan. Kami bertiga seperti orang bodoh dibawah air hujan seperti ini.
“ ayo kita jalan pulang..” kendall merangkulku dan kayla berjalan duluan didepan masih sambil berputar putar. Kendall menengadahkan telapak tangannya sehingga aliran air mengalir ditangannya dan mencipratkannya padaku. Aku memekik dan tidak mau kalah aku melepas rangkulannya, mencopot kedua sepatuku dan menjinjingnya dengan satu tangan, satu tangan lagi mengangkat gaunku dan melompat kearah kendall. Air menciprat kearah kendall, kayla juga mencobanya dan kami semua bermain hujan dengan sangat gembira- tidak peduli akan sakit atau tidak. Kendall menendang2 genangan air hujan dan mengenai kayla, kayla membalasnya lagi sambil tertawa riang sampai sampai ia terpeleset jatuh duduk tapi dia malah tertawa semakin keras. Aku dan kendall yang melihatnya bukan membantu Kayla berdiri malahan menertawainya juga dan mencipratkan air padanya, dia pun berusaha untuk bangun lagi dan berputar putar ditengah hujan.
Kami berhenti mendadak saat mataku bertemu dengan mata kendall. Kami berada tepat didepan pertokoan yang sudah mulai tutup dan jalanan yang sepi, hanya diterangi lampu kota. Kayla bernyanyi nyanyi masih sambil berjoget ditengah hujan. Kendall menghampiriku dan merapihkan rambut yang ada diwajahku. Satu tangannya lagi menggenggam tanganku.
“ kau idiot.” Kataku setengah tertawa sambil menatap wajahnya yang basah dan penuh dengan air. Aku menyeka wajahnya dan menyingkap rambutnya yang basah. Kayla masih saja bernyanyi.
“ hei, taruh sepatumu dilantai..” katanya. Aku yang masih bingung segera menaruh sepatuku dilantai. Dia merangkul pinggangku dan satu tangannya lagi menggenggam tanganku. Dia ingin mengajakku berdansa. Ia mulai menggerakan tubuhnya pelan dan aku mengikutinya. Aku memang pernah cerita padanya semasa SMA dulu bahwa akan romantis kalau berdansa ditengah hujan, dan dia melakukannya sekarang. Aku tertawa sambil bergerak seirama dengannya.
“ Ya Tuhan, kendall!” kataku tidak dapat menyembunyikan rasa senangku. Kayla cekikikan melihat kami berdansa ditengah hujan seperti ini. Kendall menyenandungkan suatu nada sambil kami berdansa. Dia mengangkat tangannya dan melepas rangkulan dipinggangku, aku pun berputar berputar dan terus berputar sampai akhirnya aku hampir jatuh dan kendall menangkapku. Kami sama sama tertawa seperti orang idiot. Kayla masih bermain hujan.
“ I love you..” kata kendall
“ aww. I love you too, spidey!” jawabku sambil memeluknya manja
“ and I love you both!!” teriak kayla dari jarak beberapa meter dari kami sambil merentangkan tangannya, dia berlari kearah kami dan kendall mengelus kepalanya. Dia lalu berdiri sambil menendang nendang genangan air hujan.
Kendall memiringkan kepalanya sambil menatapku hangat. Aku memajukan tubuhku kearahnya dan melingkarkan tanganku dilehernya.
“ kalau kau dan kayla sakit, aku tidak mau merawatmu..” godaku. Kendall tertawa dan menundukkan kepalanya sehingga hidung kami bersentuhan. Aku memajukkan tubuhku lagi agar semakin dekat dengannya. Kedua tangan kendall sudah melingkar dipinggangku.
“ aku akan merawatmu dan kayla kalau kau sakit..” ujarnya. Aku menekan hidungku kehidungnya sambil tertawa pelan. Dia memajukkan wajahnya lagi sampai bibirnya akhirnya menyentuh bibirku. Aku mendekatkan diriku lagi kepadanya dan dia menarikku kedalam pelukannya.
Percayalah, berciuman ditengah hujan merupakan hal paling romantis kedua setelah seseorang melamarmu. Rasanya berbeda dan sangatlah menyenangkan saat air hujan membasahi seluruh tubuhmu dan ada yang menghangatkanmu seketika. Kayla mendekati kami sambil berusaha menahan tertawanya melihat kami.
Kendall menjauhkan bibirnya perlahan lalu memandangku kembali. Dia melihat kearah Kayla dan kayla ikut berpelukkan diantara aku dan kendall.
“ hoop! Sudah saatnya kita pulang, kau pasti lapar kan kayla, kita pesan pizza!!” ujar kendall
“ yey pizza!!” katanya senang sambil bertepuk tangan.
“ ayo kita pulang..” aku menjulurkan tangan kananku kepada kayla dan kendall menjulurkan tangan kirinya pada kayla. Kayla meraih kedua tangan kami, kami berjalan bergandengan menuju rumah sambil bersenandung dan sesekali masih mencipratkan air satu kepada yang lain.
#END
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar